Melukis Pasir, Gadis Ini Menyebarkan Pesan Toleransi Melalui Karyanya

Seorang seniman yang melukis pasir asal Oman bernama Shayma Al Mughairy mengisahkan toleransi lewat karya yang dia tampilkan secara langsung untuk mengakses pameran seni bertajuk “Pesan Islami berasal dari Oman” di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis. Dalam tampilan seni melukis pasir berdurasi lebih kurang 15 menit itu, Shayma mengisahkan seorang pembawaan yang berlainan bersama dengan orang-orang di lingkungan ia berada, khususnya secara ras, dan bersama dengan keadaan tersebut ia dikucilkan. Shayma mengaku bahwa ia belajar pertama kali melalui buku panduan seni rupa untuk pemula.

“Dalam kesendiriannya, pembawaan itu memastikan untuk menunjang orang lain yang mengalami hal serupa, layaknya bersama dengan menambahkan buku kepada anak kecil miskin termasuk mengajarinya berkenaan beragam agama dan memberitahu bahwa kami semua sama. Itulah pesan utama berasal dari kisah ini,” kata Shayma kepada ANTARA. Menurut Shayma, toleransi berarti “berada dalam kedamaian bersama dengan siapa saja,” dan hal itu dia alami pula dalam perjalanannya sebagai perempuan Muslim yang jadi seniman dan menggelar pertunjukan di beragam negara.

Menyampaikan Pesan Dengan Melukis Pasir Saat Pameran Seni

“Misalnya kala aku tampil melukis pasir di Amerika atau Eropa yang dominan memiliki gaya hidup bebas bahkan perjudian seperti link sbobet bisa kalian temukan dengan mudah, mulanya aku merasa cemas orang-orang di sana dapat menghakimi tampilan aku namun tidak serupa sekali, justru mereka terkesan dan menyukai seni yang aku suguhkan,” ujar Shayma. Perempuan 25 tahun itu menambahkan bahwa kala orang-orang Amerika dan Eropa tersebut mengerti pesan berasal dari karya yang dia tampilkan dan mereka merasa senang.

Itulah poin utama berasal dari seni lukisan pasir yang sudah dia tekuni sejak sepuluh tahun lalu. Shayma dapat menggelar pertunjukan seni lukis pasir secara terjadwal terhadap pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 sepanjang pameran “Pesan Islami berasal dari Oman” berjalan terhadap 14-18 November 2019 lalu.

Secara keseluruhan, pameran tersebut digelar oleh pemerintah Oman dalam rangka Hari Toleransi Internasional yang diperingati tiap-tiap tanggal 16 November, dan merupakan yang pertama kali di Indonesia sehabis berjalan sepanjang sepuluh tahun bersama dengan lokasi lebih berasal dari 130 kota di 37 negara.

“Pameran ini dihadirkan untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan juga koeksistensi, yang sesungguhnya tidak hanya mengenai bersama dengan Islam saja, namun termasuk menyangkut kultural lokasi Arab,” ujar Duta Besar Oman untuk Indonesia, Sayyid Nizar bin Al Julanda al-Said.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *